PALEMBANG, TRIKPOS.com— Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang mempercepat penyelesaian pembangunan Mushola Baitul Makfurin yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD. Memasuki hari ke-16 pelaksanaan, seluruh pekerjaan dipusatkan pada tahap finishing agar rumah ibadah tersebut segera dapat digunakan masyarakat.
Percepatan pekerjaan dilakukan melalui penyelesaian pemasangan keramik, pelamiran dinding, hingga pembersihan lingkungan mushola. Seluruh tahapan dikerjakan dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan sehingga hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga kokoh dan nyaman digunakan jamaah.
Sebelum pekerjaan dimulai pada Kamis (30/7/2026), personel Satgas TMMD mengikuti apel pagi untuk menerima evaluasi, arahan, dan pembagian tugas. Setelah itu, tim langsung bergerak menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
Sebanyak 11 personel TNI dari YonTP 954 bersama dua warga setempat terlibat dalam proses pembangunan. Kolaborasi tersebut menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong yang terus dipertahankan selama pelaksanaan TMMD.
Danki Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf. Pringgo Budi S., mengatakan tahap akhir pembangunan menjadi penentu kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, setiap detail penyelesaian dikerjakan secara cermat.
“Finishing bukan sekadar mengejar target selesai, tetapi memastikan masyarakat memperoleh rumah ibadah yang layak, rapi, kuat, dan nyaman digunakan. Sinergi antara personel Satgas dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian sasaran ini,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan mushola merupakan bagian dari komitmen TMMD dalam menjawab kebutuhan masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga penyediaan sarana ibadah yang lebih representatif.
Program TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang sendiri tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan fisik di wilayah sasaran, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama keberhasilan program tersebut. (WAN)













