Stok Darah Harus Terjaga, PMI Palembang Dorong Donor Darah Berkelanjutan

Foto : Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa saat menghadiri kegiatan donor darah yang diinisiasi Bank Mandiri Regional II Sumatera 2 di Palembang, Jumat (2/10/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.COM – Kebutuhan darah bagi masyarakat dapat datang kapan saja. Karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mendorong kegiatan donor darah dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar ketersediaan stok darah tetap terjaga.

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan keberadaan stok darah yang memadai membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak. Donor darah, menurutnya, tidak seharusnya hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu atau saat stok darah menipis.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan donor darah yang diinisiasi Bank Mandiri Regional II Sumatera 2, Jumat (2/10/2026). Kegiatan sosial kemanusiaan tersebut diikuti sekitar 300 pendonor.

Dewi mengapresiasi kepedulian Bank Mandiri bersama para pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki manfaat besar karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

“Donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Kebutuhan darah bisa terjadi kapan saja, sehingga ketersediaannya harus terus dijaga,” ujarnya.

Partisipasi 300 pendonor, lanjut Dewi, menunjukkan masih kuatnya semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat. Para pendonor secara sukarela memberikan darahnya untuk membantu orang lain, termasuk mereka yang tidak dikenal secara langsung.

Menurut Dewi, menjaga ketersediaan darah membutuhkan gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten. PMI Kota Palembang pun terus mendorong keterlibatan pemerintah, instansi, lembaga, organisasi, dunia usaha hingga komunitas untuk menggelar kegiatan donor darah secara berkala.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui sinergi Pemerintah Kota Palembang dengan PMI. Kerja sama antara perangkat daerah dan PMI diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kantong darah bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin luas, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dunia usaha, perbankan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga pendidikan dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Dewi menilai donor darah tidak hanya berdampak langsung bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan budaya gotong royong di masyarakat.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri Regional II Sumatera 2, para pendonor, PMI Kota Palembang, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dewi berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor rutin sehingga ketersediaan darah di Kota Palembang dapat terus terjaga.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya kepedulian masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kebutuhan darah bagi masyarakat dapat kita dukung bersama,” pungkasnya. (*)