PALEMBANG, TRIKPOS.com — Wisuda bukan menjadi garis akhir bagi M. Sanusi, SH, MM, MH, M.I.Kom. Sebaliknya, momentum Sidang Senat Terbuka STISIPOL Candradimuka Palembang pada Rabu (12/8/2026) justru menegaskan tekadnya untuk terus mengejar pendidikan.
Sanusi menjadi salah satu wisudawan dalam prosesi wisuda Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2) yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang. Ia menyelesaikan pendidikan magister dan kembali menambah deretan gelar akademik yang telah diraihnya.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Papan ucapan selamat terlihat menghiasi kawasan menuju lokasi wisuda, menjadi penanda dukungan sekaligus apresiasi atas pencapaian akademik Sanusi.
Namun, yang menarik dari kisah Sanusi bukan semata gelar yang kini melekat di belakang namanya. Ia justru mengungkapkan bahwa perjalanan akademiknya masih jauh dari selesai.
Sanusi menargetkan kembali menempuh pendidikan S2 Ilmu Pemerintahan. Ia juga memiliki keinginan menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi.
“Bagi teman-teman atau saudara yang ingin berkuliah, saya sangat mendukung. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi teman-teman lainnya untuk melanjutkan ke jenjang S2 maupun S3,” kata Sanusi seusai prosesi wisuda.
Menurut dia, pendidikan tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai jalan memperoleh ijazah atau gelar. Pendidikan merupakan proses membangun kemampuan, wawasan, sekaligus intelektualitas seseorang.
Sanusi mengatakan perjalanan meraih pendidikan tidak selalu mudah. Keterbatasan pada masa lalu justru menjadi bagian dari proses yang membentuk tekadnya untuk terus belajar.
“Dulu zamannya sangat susah, tapi berkat niat dan etika, alhamdulillah semua bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menyadari pilihan untuk terus berkuliah hingga beberapa jenjang pendidikan dapat memunculkan pertanyaan. Namun, bagi Sanusi, keputusan tersebut memiliki alasan yang sederhana: pendidikan menjadi jalan yang dipilihnya untuk mencapai kesuksesan.
“Banyak orang bertanya, untuk apa kuliah sebanyak itu? Jawabannya sederhana: karena saya ingin sukses melalui jalur pendidikan dan intelektualitas,” katanya.
Semangat tersebut membuat momentum wisuda STISIPOL Candradimuka tidak berhenti pada seremoni kelulusan. Kisah Sanusi menunjukkan bahwa keinginan belajar dapat terus tumbuh meski seseorang telah mencapai sejumlah capaian akademik.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia, semangat pendidikan berkelanjutan menjadi isu penting. Masyarakat tidak hanya dituntut memiliki pendidikan formal, tetapi juga kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan dan mengembangkan kapasitas diri.
Bagi generasi muda di Palembang dan Sumatera Selatan, perjalanan Sanusi menjadi pesan bahwa pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang. Gelar bukan tujuan terakhir, melainkan bagian dari proses untuk memperluas wawasan dan membuka peluang yang lebih besar.
Dengan target pendidikan berikutnya yang telah disiapkan, Sanusi memilih untuk tidak berhenti pada satu pencapaian. Baginya, selama masih ada kesempatan untuk belajar, perjalanan intelektual belum selesai.
Laporan : Rini













