SUMSEL  

Gubernur Herman Deru Sebut Ponpes Raudhatul Ulum Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Harus Sekolah Negeri

OGAN ILIR, TRIKPOS.com— Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya dapat diperoleh melalui sekolah negeri. Hal itu dibuktikan oleh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Salatiga, Indralaya, yang dinilainya berhasil mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Haflah Milad ke-76 dan Wisuda Kelas Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Olahraga dan Serbaguna Kampus A Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Salatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku bersyukur dapat kembali mengunjungi pondok pesantren tersebut setelah lima tahun dan menyaksikan perkembangan yang signifikan.

“Alhamdulillah, setelah lima tahun saya hadir lagi di sini dan melihat keadaan yang begitu cepat berubah dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan, sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran pesantren yang dinilai berhasil melahirkan alumni berkualitas dan berkiprah di berbagai daerah.

“Selamat kepada siswa yang telah lulus. Saya juga mengapresiasi pondok pesantren ini yang telah mencetak alumni-alumni membanggakan dan turut mengharumkan nama almamater,” katanya.

Menurut Herman Deru, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai moral.

“Saat ini pondok pesantren di Sumsel sudah lebih dari 700. Pondok Pesantren Raudhatul Ulum menjadi salah satu contoh terbaik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kualitas pendidikan di Raudhatul Ulum terbukti dari tingginya angka lulusan Madrasah Aliyah yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri ternama.

“Terbukti 85 persen lulusan aliyah diterima di perguruan tinggi negeri favorit. Ini menepis anggapan bahwa pendidikan berkualitas hanya bisa diperoleh di sekolah negeri,” tegasnya.

Herman Deru juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pembangunan karakter di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral.

“Dunia berubah begitu cepat. Teknologi berkembang luar biasa. Anak-anak kita harus siap menghadapi tantangan itu dengan keterbukaan, keberanian, dan karakter yang kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut mendorong adanya penambahan fasilitas pendidikan, khususnya pembangunan asrama untuk mendukung kenyamanan santri dan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Saya ingin merekomendasikan kepada Menteri PU dan pihak terkait agar membantu pembangunan asrama di pondok pesantren ini,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru berpesan kepada para wisudawan agar selalu menjaga nama baik almamater di manapun berada.

“Jaga nama baik almamater. Jangan sampai hal-hal baik yang telah dibangun dirusak oleh tindakan yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.

Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, K.H. Tol’at Wafa Ahmat, Lc., menyampaikan bahwa pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebanyak 482 siswa mengikuti wisuda, terdiri dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian para santri, termasuk banyaknya alumni yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

“Kami bahagia dapat menghantarkan anak-anak menyelesaikan pendidikan mereka. Ini adalah amanah besar dari para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra- putrinya kepada kami,” tandasnya.(#)