SUMSEL  

Kader PKK Sumsel Diperkuat, Gelari Pelangi Jadi Strategi Bangun Ketahanan Keluarga

Foto : Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Lidyawati Cik Ujang membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Pokja II Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan melalui Program Gelari Pelangi Tahun 2026

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat kapasitas kader di kabupaten dan kota melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Pokja II Program Gelari Pelangi Tahun 2026.

Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Lidyawati Cik Ujang, mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Hal itu disampaikan Lidyawati saat membuka pelatihan yang digelar Pokja II TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 5-7 Agustus 2026, dan diikuti 68 kader PKK dari kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Menurut Lidyawati, kader PKK berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga dituntut memiliki pengetahuan dan kompetensi yang terus berkembang. Perubahan teknologi dan dinamika sosial juga membuat kebutuhan masyarakat semakin beragam.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika sosial menuntut kita memiliki pengetahuan yang memadai. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para kader dalam menjalankan tugas di daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Gelari Pelangi tidak hanya diarahkan pada peningkatan literasi, tetapi juga menyentuh aspek penguatan ekonomi keluarga. Materi pelatihan antara lain mencakup penguatan literasi untuk meningkatkan ketangguhan keluarga serta pemahaman mengenai permodalan koperasi.

Lidyawati menilai keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Karena itu, kader PKK diharapkan tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga mampu menjadi pendamping dan penggerak masyarakat.

“PKK memiliki peran besar dalam mendorong terwujudnya keluarga yang tangguh. Kami berharap para kader dapat menjadi pendamping masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Selain penguatan literasi, Lidyawati menekankan pentingnya koperasi dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Menurut dia, koperasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Perry Rizal, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan Program Gelari Pelangi dapat diterapkan secara optimal di kabupaten dan kota.

“Diperlukan peningkatan kapasitas kader dalam menjalankan Program Gelari Pelangi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Perry menjelaskan, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat sebagai sarana meningkatkan budaya literasi. Selain itu, kader dibekali materi terkait Bina Keluarga Balita serta permodalan untuk mendukung pengembangan UMKM dan koperasi.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, tetapi diterapkan oleh para kader di wilayah masing-masing.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, kader PKK diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui literasi, pengasuhan, serta pemberdayaan ekonomi. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk membangun keluarga yang cerdas, mandiri, tangguh, dan berdaya saing di Sumatera Selatan. (#)