SUMSEL  

Wagub Sumsel Cik Ujang Optimistis Festival Sriwijaya 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Foto : Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang membuka Festival Sriwijaya 2026 di Kompleks Dekranasda Palembang, Jumat (15/5/2026)

PALEMBANG, TRIKPOS.com— Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang optimistis Festival Sriwijaya 2026 mampu menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Optimisme itu disampaikan Cik Ujang saat membuka secara resmi Festival Sriwijaya di Kompleks Dekranasda Palembang, Jumat (15/5/2026). Menurutnya, festival tahunan tersebut bukan sekadar agenda hiburan masyarakat, melainkan ruang strategis untuk mengenalkan kembali sejarah besar Kerajaan Sriwijaya kepada generasi masa kini.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana membangun kebanggaan terhadap budaya daerah kita sendiri. Sriwijaya adalah kerajaan besar, dan kita perlu memahami bagaimana kejayaannya dibangun agar semangat kemajuan itu bisa diwariskan kepada generasi muda,” ujar Cik Ujang.

Ia menegaskan, budaya Sriwijaya harus terus dirawat dan diperkenalkan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Melalui Festival Sriwijaya, Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya memperkuat identitas budaya sekaligus mempromosikan potensi wisata unggulan daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Selain menyuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional, festival ini juga menghadirkan hiburan rakyat yang bertujuan mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.

Cik Ujang berharap Festival Sriwijaya semakin dikenal luas hingga ke tingkat global, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.

Festival Sriwijaya 2026 digelar selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai agenda seperti pertunjukan budaya, pameran produk UMKM, atraksi seni tradisional, hingga hiburan rakyat yang disambut antusias warga Palembang dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Rudi Irawan, mengatakan Festival Sriwijaya menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya Kerajaan Sriwijaya di tengah masyarakat modern.

“Festival Sriwijaya menjadi wadah untuk merawat budaya dan sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan,” kata Rudi.

Ia menambahkan, festival tersebut juga dirancang untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat citra Sumatera Selatan sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan warisan budaya.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Deputi Kementerian Pariwisata Bidang Penyelenggaraan Event, Nova, yang menilai keberhasilan Festival Sriwijaya merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, budayawan, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat.

Menurut Nova, Festival Sriwijaya kembali masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keenam kalinya—sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas penyelenggaraan dan kekuatan karakter budaya yang dimiliki Sumsel.

“Perkembangan pariwisata ini tentu bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan Festival Sriwijaya memiliki karakter budaya yang kuat, tata kelola yang baik, serta dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi daerah,” ujarnya.

Festival Sriwijaya tahun ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel turut menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda kepada sejumlah daerah, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Prabumulih, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah. (#)