JAKARTA, TRIKPOS.com — Pemerintah menyepakati dukungan atas permintaan Perum Bulog untuk memanfaatkan stok beras nasional guna memenuhi kebutuhan lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia pada musim haji 2025. Dengan proyeksi stok Bulog yang menembus angka 4 juta ton, seluruh kebutuhan beras jamaah dipastikan berasal dari produksi dalam negeri dan akan diekspor ke Arab Saudi.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Keamanan Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Senin (9/2/2026). Dalam rapat itu, pemerintah menegaskan kondisi ketersediaan beras nasional berada dalam status aman dan mencukupi.
“Stok Bulog, insyaallah, lebih dari 4 juta ton. Karena itu, kita ingin jamaah haji kita mengonsumsi beras dari Indonesia sendiri,” ujar Zulkifli Hasan.
Selain membahas pemanfaatan stok beras, rapat koordinasi juga menyoroti penguatan sistem keamanan pangan nasional. Salah satu langkah yang disepakati adalah percepatan penerapan label “Tinggi Gula” pada produk pangan olahan tertentu sebagai upaya edukasi dan perlindungan konsumen.
Pelabelan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih transparan kepada masyarakat terkait kandungan gula dalam produk pangan, sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih sehat.
Pemerintah juga menyepakati pembentukan task force keamanan pangan di tingkat pusat dan daerah, serta percepatan penyempurnaan regulasi melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2019 menjadi PP Nomor 1 Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan pangan nasional sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rilis : Kemenko Bidang Pangan













