OKI  

Gubernur Sumsel Herman Deru Tegaskan Penguatan Ekosistem K3 saat Apel Bulan K3 Nasional 2026 di OKI

Foto : Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Lapangan Bola PT OKI Pulp and Paper Mills, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (13/2/2026).

OKI, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan sekadar kewajiban administratif perusahaan, melainkan investasi jangka panjang bagi produktivitas dan keberlanjutan dunia usaha.

Penegasan tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Lapangan Bola PT OKI Pulp and Paper Mills, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (13/2/2026).

Apel yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” itu diikuti unsur Forkopimda, manajemen perusahaan, serikat pekerja, serta ratusan pekerja dari berbagai sektor industri.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 146,54 juta pekerja dengan tingkat risiko kerja yang beragam, sehingga aspek K3 menjadi fondasi utama perlindungan tenaga kerja.

Data nasional tahun 2024 mencatat sebanyak 319.224 kasus kecelakaan kerja. Angka tersebut dinilai bukan sekadar statistik, melainkan cerminan masih adanya celah dalam sistem kerja, mulai dari perencanaan, penggunaan peralatan, hingga pengawasan dan budaya keselamatan.

“Kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa sistem K3 kita masih perlu diperkuat. Ini bukan semata kesalahan individu, tetapi kegagalan sistem yang harus dibenahi bersama,” demikian kutipan sambutan Menteri yang dibacakan Herman Deru.

Sambutan tersebut juga menyoroti tantangan pengelolaan K3 nasional, seperti belum meratanya layanan K3 di daerah, pendekatan kebijakan yang masih terfragmentasi, serta belum optimalnya pendekatan promotif dan preventif dalam sistem ketenagakerjaan.

Selain itu, rendahnya tingkat penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di sejumlah perusahaan dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama. Padahal, SMK3 merupakan instrumen penting untuk mengidentifikasi risiko, menyiapkan prosedur tanggap darurat, serta memastikan evaluasi keselamatan dilakukan secara berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam memperkuat ekosistem K3 di daerah.

“K3 harus menjadi budaya kerja, bukan hanya pemenuhan aturan. Produktivitas yang tinggi tidak akan pernah tercapai tanpa keselamatan yang terjamin,” kata Herman Deru.

Ia juga mengajak seluruh perusahaan di Sumatera Selatan agar menjadikan peringatan Bulan K3 Nasional sebagai momentum evaluasi dan penguatan sistem keselamatan di lingkungan kerja masing-masing.

Menurutnya, tema K3 tahun ini menegaskan pentingnya profesionalisme, keandalan sistem, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai kunci menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan daya saing industri.

Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kesadaran dan komitmen terhadap keselamatan kerja semakin mengakar, sehingga setiap pekerja dapat bekerja secara produktif dan pulang ke rumah dengan selamat. (#)