PALEMBANG, TRIKPOS.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang kembali melanjutkan program pembinaan kemandirian melalui penanaman tahap kedua bibit melon jenis Intanon. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Kegiatan penanaman dilaksanakan di lahan Sarana Edukasi Asimilasi, menyusul keberhasilan panen perdana yang diresmikan pada 4 Januari 2026 lalu. Program ini sekaligus mempertegas komitmen rutan dalam menghadirkan pembinaan berbasis keterampilan yang aplikatif.
Sekitar 900 bibit melon ditanam dalam tahap kedua ini. Proses penanaman melibatkan Sub Seksi Bimbingan Kegiatan bersama jajaran staf, serta empat orang warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Keterlibatan warga binaan tersebut telah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), serta memperoleh persetujuan dari Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Roland.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis di bidang pertanian, tetapi juga menerima upah premi dari hasil penjualan melon. Skema ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka di luar.
Program penanaman melon ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Selain mengisi masa pidana dengan kegiatan produktif, program ini juga dirancang sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan ini, pihak rutan berharap warga binaan memiliki kemandirian ekonomi serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga setelah bebas nantinya. (#)















