KNMP Sungsang IV Jadi Sorotan Pusat, Warga Nelayan Dorong Akses Infrastruktur dan Subsidi Energi

Foto : Rombongan melihat langsung lokasi rencana pembangunan jembatan penghubung menuju kawasan koperasi nelayan.

BANYUASIN, TRIKPOS.com – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sungsang IV di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, menjadi perhatian pemerintah pusat dalam kunjungan kerja Wakil Deputi Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Kamis (21/05/2026). Kunjungan ini tidak hanya sebatas peninjauan program, tetapi juga membuka ruang evaluasi langsung terhadap kebutuhan mendasar masyarakat pesisir.

Rombongan diterima oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Banyuasin, Ir. Alpian Soleh, M.M., bersama jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Perikanan, Dinas Kominfo-SP, Dinas Koperindag-UKM, serta pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sungsang IV.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung aktivitas ekonomi nelayan, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, kawasan sentra perikanan, hingga infrastruktur pendukung yang menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi pesisir.

Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan RI, Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D., menilai Desa Sungsang IV memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang belum sepenuhnya tergarap optimal.

“Dengan tata kelola yang tepat, produk perikanan Sungsang berpotensi memiliki nilai tambah tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk ekspor,” ujarnya.

Namun di balik potensi tersebut, sejumlah persoalan mendasar turut mengemuka dari kalangan nelayan. Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sungsang IV, Samsul Arifin, menyampaikan langsung kebutuhan prioritas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, energi, hingga infrastruktur dasar.

Ia mengusulkan program beasiswa pendidikan bagi anak nelayan melalui skema LPDP, percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) bersama Pertamina, serta subsidi tarif listrik untuk menunjang operasional cold storage dan pabrik es portable yang saat ini berkapasitas sekitar 2,1 ton per hari.

“Kendala utama kami ada pada akses energi dan biaya operasional. Kalau ini terbantu, ekonomi nelayan bisa jauh lebih kuat,” kata Samsul.

Selain itu, masyarakat juga mendesak pembangunan jembatan penghubung menuju kawasan koperasi yang dinilai vital untuk memperlancar mobilitas hasil perikanan dan aktivitas ekonomi warga.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Popy Rufaidah menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dikonsolidasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk isu BBM nelayan, subsidi listrik, hingga penguatan SDM melalui pendidikan.

“Kami akan dorong koordinasi lintas kementerian agar kebutuhan masyarakat pesisir bisa ditangani secara terintegrasi,” tegasnya.

Usai dialog, rombongan turut meninjau langsung lokasi yang diusulkan sebagai titik pembangunan jembatan. Di lokasi tersebut, kondisi akses masih terbatas dan dinilai menjadi salah satu hambatan utama pengembangan ekonomi kawasan.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan komitmennya untuk mengawal tindak lanjut program KNMP, terutama dalam penguatan koperasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

Program Kampung Nelayan Merah Putih di Sungsang IV kini tidak hanya diposisikan sebagai proyek pengembangan kawasan, tetapi juga sebagai barometer keberhasilan transformasi ekonomi pesisir berbasis koperasi dan kolaborasi lintas pemerintah. (@)