Feby Herman Deru Ajak PKK Kembangkan Produk Olahan, Hasil Kebun Tak Cukup Dijual Mentah

Foto : Foto: Ketua TP PKK Sumsel, Feby Herman Deru, memanen kembang kol bersama kader PKK dan warga di Desa Tanjung Mas, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur,

BUAY MADANG TIMUR, TRIKPOS.com – Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, mendorong kaum perempuan, khususnya kader PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT), untuk tidak hanya fokus pada kegiatan bercocok tanam, tetapi juga mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi kawasan pemanfaatan lahan irigasi di Desa Tanjung Mas, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/7/2026). Dalam kunjungan itu, Feby turut memanen kembang kol, terong, serta melihat budidaya ikan lele yang dikelola masyarakat bersama kader PKK.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan irigasi menjadi kebun produktif merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.

“Kita bisa mulai dari pekarangan sendiri. Ini menjadi salah satu cara meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Feby.

Ia mengapresiasi kreativitas masyarakat Desa Tanjung Mas yang berhasil mengubah lahan irigasi menjadi kawasan pertanian dan perikanan produktif. Hasil panen tersebut, lanjutnya, dapat dipasarkan melalui Kelompok Wanita Tani sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Namun, Feby menilai potensi tersebut akan semakin besar apabila hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, melainkan diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Ia mengusulkan agar setiap desa mengembangkan komoditas unggulan yang berbeda sehingga mampu menciptakan variasi produk di tingkat kecamatan. Selain itu, hasil pertanian maupun perikanan dapat diolah menjadi makanan siap jual dengan kemasan yang menarik agar memiliki daya saing di pasar.

Usai panen, Feby berdialog dengan kader PKK mengenai berbagai peluang usaha berbasis hasil pertanian lokal. Beragam ide dibahas, mulai dari pengolahan kembang kol menjadi keripik dan aneka kue, pemanfaatan terong sebagai produk camilan, hingga olahan ikan lele yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Selain pengolahan produk, strategi pemasaran juga menjadi perhatian. Feby berharap produk-produk unggulan desa dapat dipasarkan lebih luas sehingga mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Sebelum mengakhiri kunjungan, ia berpesan agar semangat bercocok tanam dan berwirausaha tidak berhenti setelah kunjungan kerja selesai. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar ketahanan pangan keluarga berjalan seiring dengan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat di pedesaan. (#)