PALEMBANG, TRIKPOS.com | Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Cabang Palembang periode 2026–2027 resmi dilantik. Kepengurusan baru membawa misi memperkuat identitas budaya Bugis sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dan pemuda di tengah masyarakat Sumsel.
Pelantikan yang mengusung tema “Merawat Identitas, Menjalin Silaturahmi dan Mengukir Pengabdian di Bumi foto:Sriwijaya” di Hayo Hotel Palembang, Sabtu (8/8/2026). Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PB IKAMI Sulsel, Miftahul Awal Rahman, melantik langsung jajaran pengurus IKAMI Sulsel Cabang Palembang periode 2026–2027.
Miftahul mengatakan, tema pelantikan tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pesan bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk menjaga identitas, sejarah, dan warisan budaya yang telah diwariskan para pendahulu.
“Identitas harus dijaga agar sejarah dan peradaban tidak hilang. Orang Bugis memiliki sejarah dan peradaban yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Menurut dia, mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam IKAMI memiliki posisi strategis dalam menjaga warisan tersebut. Upaya itu tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kebudayaan, tetapi juga melalui dunia akademik, pemikiran, gagasan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong IKAMI Palembang memperkuat persaudaraan antarmahasiswa dan masyarakat Sulawesi Selatan yang berada di perantauan. “Intinya adalah pengabdian untuk daerah, keluarga, dan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IKAMI Sulsel Cabang Palembang periode 2026–2027, Ilham Wahyudi, S.ip mengatakan kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat pelestarian budaya Bugis di Sumsel.
Program tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa dan pemuda dengan menyesuaikan potensi budaya yang ada di Kota Palembang.
“Kami ingin budaya Bugis yang ada di Sumatera Selatan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Bugis, tetapi juga dapat diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Palembang dan daerah lainnya,” ujarnya.
Menurut Ilham, keberadaan komunitas Bugis di Sumsel menjadi bagian dari kekayaan sosial dan budaya daerah. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan masyarakat.
“Selain program kebudayaan, IKAMI Palembang juga akan memperkuat organisasi dengan memperluas keterlibatan mahasiswa dan pelajar. Kepengurusan sebelumnya tercatat telah menghimpun sekitar 150 anggota,” sambungnya.
Demisioner Ketua Umum IKAMI Sulsel Cabang Palembang, Andi Azwar, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program yang belum terealisasi sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru.
Ia menilai pengenalan budaya Sulawesi Selatan melalui festival kebudayaan dapat menjadi salah satu cara memperkuat eksistensi IKAMI sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan.
Di sisi lain, Sekretaris DPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sumsel, Dr. Sulaiman Helmi, mendorong IKAMI Sulsel Cabang Palembang semakin aktif membangun sinergi dengan KKSS Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang.
Menurut Sulaiman, kolaborasi lintas generasi menjadi penting agar potensi mahasiswa dan pemuda dapat diarahkan menjadi kekuatan organisasi sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Sinergi antara generasi milenial dan Gen Z sangat dibutuhkan. Mudah-mudahan kolaborasi ini menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat Bugis di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia juga mendorong IKAMI agar lebih aktif mengambil bagian dalam kegiatan kepemudaan dan program-program Pemerintah Kota Palembang.
Dengan kepengurusan baru tersebut, IKAMI Sulsel Cabang Palembang diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi mahasiswa dan pelajar asal Sulawesi Selatan, tetapi juga berkembang sebagai ruang pengabdian, pelestarian budaya, serta penggerak kolaborasi generasi muda di Bumi Sriwijaya.
Laporan : iwan













