PALEMBANG, TRIKPOS.com – PMPB Sumsel menghadiri hari jadi ke-2 Gerakan Bersatu Rakyat (GBR) Sriwijaya dengan kegiatan aksi sosial donor darah dan sunatan massal di Sekretariat GBR Sriwijaya, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut menargetkan pengumpulan 175 kantong darah dan pelayanan sunatan massal bagi 75 anak. Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian organisasi dalam membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
PMPB Sumsel turut menghadiri kegiatan tersebut. Sekretaris Jenderal PMPB Sumsel Faturrachman hadir bersama jajaran Satgas, Srikandi, dan Rescue PMPB Sumsel.
Sejumlah pejabat dan unsur organisasi kemasyarakatan juga hadir, di antaranya Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Ketua PMI Kota Palembang Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, Baznas Palembang, Camat Seberang Ulu I, serta organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutan, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang mengucapkan selamat atas hari jadi GBR Sriwijaya. Ia berharap organisasi tersebut semakin maju, solid, dan konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, peringatan hari jadi organisasi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Cik Ujang juga mengapresiasi inisiatif GBR Sriwijaya yang menggelar donor darah dan sunatan massal sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Keberadaan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari besarnya organisasi tersebut, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan.
Masyarakat juga diajak untuk membangun kesadaran mendonorkan darah secara sukarela dengan tetap memenuhi persyaratan kesehatan. Sebab, ketersediaan darah sangat dibutuhkan untuk membantu pasien kecelakaan, persalinan, operasi, dan berbagai kondisi medis lainnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Palembang Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa mengapresiasi GBR Sriwijaya yang telah menginisiasi kegiatan kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Dewi, kegiatan gotong royong seperti ini patut menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya maupun organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan.
Ia mengungkapkan, kebutuhan darah di Kota Palembang masih tergolong tinggi. Dalam sehari, PMI Kota Palembang menyalurkan sekitar 150 hingga 200 kantong darah ke berbagai rumah sakit, baik negeri maupun swasta.
“Setiap bulan kebutuhan darah berdasarkan permintaan masyarakat mencapai sekitar 7.000 kantong. Namun, ketersediaan darah yang dapat kami penuhi baru berkisar 4.500 hingga 5.000 kantong,” ungkap Dewi.
Artinya, PMI Kota Palembang masih mengalami kekurangan sekitar 2.000 hingga 2.500 kantong darah setiap bulan.
Dewi berharap kegiatan donor darah yang digagas GBR Sriwijaya dapat membantu meningkatkan persediaan darah sehingga kebutuhan pasien yang menjalani pengobatan dapat terpenuhi.
Ia menjelaskan, transfusi darah tidak hanya dibutuhkan pasien yang menjalani operasi, tetapi juga penderita talasemia dan pasien dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan transfusi secara berkala.
“Orang yang mendonorkan darahnya sesungguhnya sedang memberikan kehidupan bagi orang lain,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, GBR Sriwijaya diharapkan terus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan serta memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Laporan: Iwan















