Usai Wisuda, Suparman Romans Tegaskan Gelar Akademik Bukan Akhir Perjuangan

Foto : Suparman Romans usai mengikuti prosesi wisuda di Palembang

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Gelar akademik bukan menjadi akhir perjalanan bagi H. Suparman Romans. Bagi tokoh masyarakat Kota Palembang yang pernah dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang tersebut, momentum wisuda justru menjadi titik awal untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Usai mengikuti prosesi wisuda, Suparman mengungkapkan rasa syukur atas tuntasnya proses pendidikan yang telah dijalaninya. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dosen, pembimbing, keluarga, serta berbagai pihak yang mendampingi selama masa studi.

Namun, Suparman menegaskan, pencapaian akademik tidak boleh berhenti sebatas gelar yang tertera di belakang nama.

Menurut dia, ilmu pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pendidikan, kata dia, bukan hanya tentang meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat integritas, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Momen ini menandai berakhirnya perjuangan akademik dan menjadi gerbang awal bagi kami untuk berkarya serta mengabdi kepada masyarakat,” ujar Suparman.

Ia menilai tantangan setelah wisuda justru semakin besar. Para lulusan dituntut mampu membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama berada di bangku pendidikan memiliki dampak nyata dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, Suparman mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan prosesi wisuda sebagai akhir dari kebiasaan belajar.

“Setelah wisuda, tanggung jawab kita justru semakin besar. Ilmu yang kita dapatkan harus mampu memberikan manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat,” katanya.

Suparman juga menyoroti pentingnya perpaduan antara pendidikan formal dan pengalaman berorganisasi. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan dapat membentuk kemampuan seseorang dalam memahami sekaligus merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia berpandangan pembangunan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keberanian mengambil peran, kepedulian terhadap sesama, serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab.

Pengalaman organisasi, lanjut dia, dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk mengasah kepemimpinan, membangun komunikasi, dan belajar bekerja bersama berbagai kelompok masyarakat.

Suparman berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater sekaligus menjadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai modal untuk terus berkarya.

“Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk terus berkarya. Jangan berhenti belajar dan jangan berhenti memberikan manfaat kepada orang lain,” pungkasnya.

Laporan : Rini