Wawako Temukan Kejanggalan di Pasar Sekip

  • Bagikan

TRIKPOS.COM, PALEMBANG –Pedagang pasar tradisional Pasar Sekip Kecamatan Kemuning, Jumat (20/5/2022) pagi, tak menduga akan kedatangan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat melakukan inpeksi mendadak (sidak) zat bahan berbahaya di produk makanan dipasar tersebut.

Dihadapan Fitri, mereka para pedagang langsung mengeluhkan sewa lapak dagangan mereka, yang diduga tidak mengikuti standar sewa ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

“Kita sama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) tidak menemukan zat berbahaya pada produk makanan, malahan menemukan kejanggalan sewa lapak dagangan,” ungkap Fitri.

Kejanggalan ini, kata Fitri ada perbedaan harga sewa lapak pedagang yang selisih harga bertautan cukup mencolok.

“Satu pedagang dengan pedagang lain sewa lapaknya tidak sama, ini ada apa?,” tanya Fitri curiga.

Rp 4 juta hingga Rp 5 juta nah harga sewa ini tidak seragam, padahal, katanya tempat sama dan ukuran lapak juga sama, tapi harga sewa berbeda.

“Dirut PD Pasar saya minta untuk turun periksa secara benar, ingat jangan ada permainan, Ya,” tegasnya.

Termasuk, tegas Fitri sewa lapak itu, statusnya telah berpindah tangan atau tidak.

“Kalau sudah ada pihak lain yang bermain cepat ambil langkah tegas,” pintanya.

Adanya temuan itu, kecurigaan Fitri kian meluas.

“ Ini baru satu pasar, tidak menutup kemungkinan hal yang sama di pasar tradisional lainnya, nanti akan saya panggil Dirut PD Pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Sekip Ridwan Ambri nampak terlihat kalang kabut akan temuan Wakil Walikota tersebut.

“Kami sudah lakukan pengecekan setelah ditanya ternyata lapak tersebut sudah disewakan ke pada saudara atau keluarga mereka,” ungkapnya.

Meski mengetahui itu, mirisnya pengelola Pasar Sekip terkesan tutup mata.

“Kami tidak tau modus mereka seperti itu, karena mereka pindah tangan tanpa adanya sepengetahuan dari pihak PD Pasar, bahkan ada pedagang memiliki lapak 4 – 5 lapak,” katanya.

Dia mengatakan, ada 400 kios yang disewakan, hanya saja 200 kios yang aktif ditempati pedagang.

“Kalau sudah ada pihak lain yang bermain cepat ambil langkah tegas,” pintanya. (#)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.