Dari Talud hingga Optimalisasi Sawah, Ini Aspirasi Warga Sugi Raya kepada DPRD Sumsel

MUSI BANYUASIN, TRIKPOS.com – Ancaman erosi di bantaran sungai, kebutuhan pembangunan balai desa, hingga usulan peningkatan sektor pertanian menjadi aspirasi utama warga Desa Sugi Raya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, dalam kegiatan Reses Masa Persidangan VI Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IX Tahun Anggaran 2026.

Reses yang berlangsung di Balai Desa Sugi Raya tersebut menjadi wadah dialog antara masyarakat dengan para legislator untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sugi Raya Mursalim, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Karang Taruna, PKK, P2UKD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Anggota DPRD Sumsel Dapil IX yang mengikuti rangkaian reses terdiri dari Abusari SH, MSi, Drs. H. Tamrin, MSi, Susy Imelda Frederika, Alwis Gani, SE, MM, M. Hasan Haikal, dan Andi Rizkiyansyah, S.IP. Reses ini merupakan bagian dari agenda yang digelar pada 3–10 Juli 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam sesi dialog, warga menyoroti kondisi bantaran sungai yang mengalami abrasi dan berpotensi longsor. Mereka mengusulkan pembangunan siring atau talud sebagai langkah pengamanan agar permukiman warga tidak terdampak erosi yang semakin parah saat debit air meningkat.

Selain itu, masyarakat juga meminta pembangunan balai desa yang dinilai sudah menjadi kebutuhan untuk menunjang pelayanan pemerintahan dan kegiatan masyarakat.

Seorang warga, Candra, mengungkapkan persoalan saluran pembuangan air yang melintasi Desa Serekah dan Desa Sugi Raya, khususnya Dusun III. Menurutnya, saat musim hujan, kondisi tersebut memicu erosi yang mengancam lingkungan sekitar.

Sementara itu, Anhar, warga Dusun I, mengusulkan bantuan program cetak sawah guna meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Sugi Raya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, anggota DPRD Sumsel menjelaskan bahwa program cetak sawah baru saat ini tidak lagi dapat dilaksanakan. Namun, aspirasi masyarakat akan diarahkan melalui program optimalisasi lahan (oplah) dan diusulkan kepada Kementerian Pertanian.

Terkait persoalan drainase dan gorong-gorong di sepanjang ruas Jalan Sekayu–Musi Rawas, Andi Rizkiyansyah, S.IP. Anggota DPRD Sumsel menyampaikan bahwa usulan tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah pusat dan saat ini menunggu proses tindak lanjut.

Melalui reses ini, para legislator menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah maupun melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat..(#)