SUMSEL  

Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026, Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah di Palembang

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi jajaran Bank Indonesia Sumsel terkait persiapan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (26/5/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.COM – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendukung penuh pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang akan digelar di Palembang pada 5–7 Juni 2026. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (26/5/2026).

Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono mengatakan audiensi tersebut dilakukan untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan FESyar Regional Sumatera 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Menurut Bambang, FESyar menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan industri halal di wilayah Sumatera.

“Melalui FESyar ini kami ingin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah regional, sekaligus mendorong sinergi seluruh stakeholder dalam pengembangan industri halal dan ekonomi syariah di Sumatera,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, kegiatan akan dipusatkan di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport Convention Centre (PSCC) dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Sumatera hingga tingkat nasional.

FESyar 2026 akan fokus pada penguatan ekosistem halal food dan modest fashion, peningkatan transaksi produk halal regional, pengembangan keuangan syariah komersial maupun sosial, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, BI Sumsel juga memaparkan tiga program unggulan yang akan diluncurkan pada ajang tersebut.

Program pertama adalah PESAT (Pesantren SejahterA Terakselerasi) yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mendukung program makan bergizi gratis dan pengendalian inflasi.

Program kedua yakni UNGGUL (Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas UnggULan) yang fokus pada pengembangan komoditas unggulan berbasis optimalisasi wakaf.

Sementara program ketiga, BERKAH (Bina dan PERcepat SertifiKasi Halal untuk Pariwisata), ditujukan untuk mempercepat sertifikasi halal guna mendukung pengembangan sektor pariwisata halal di Sumsel.

Selain itu, FESyar akan menghadirkan pameran yang diikuti 122 pelaku usaha syariah se-Sumatera. Peserta terdiri dari 74 UMKM halal, 24 booth kuliner halal khas Sumatera dan Sumsel, 19 booth wastra dan modest fashion, lima booth kerajinan, hingga booth Wakafekain bertema The Taste of Sumatera yang menyajikan aneka kopi khas dari 10 provinsi di Sumatera.

Rangkaian pembukaan juga akan dimeriahkan dengan fashion show wastra nasional dan kompetisi modest fashion tingkat Sumatera. Selain itu, akan dilakukan kick off replikasi tiga program unggulan Sumsel ke tingkat regional melalui penandatanganan komitmen bersama.

Pada penutupan acara, FESyar akan menghadirkan tabligh akbar bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Opick, serta sosialisasi program wakaf untuk pengembangan komoditas kelapa.

Gubernur Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan FESyar yang dipusatkan di Kota Palembang. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong ekonomi syariah, tetapi juga memperkuat sektor UMKM, pesantren, industri halal, hingga pariwisata.

“Ini kegiatan yang sangat baik karena bukan hanya bicara ekonomi syariah, tetapi juga menyentuh penguatan UMKM, pesantren, industri halal hingga sektor pariwisata. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumsel,” kata Herman Deru.

Ia menilai, FESyar dapat semakin memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Herman Deru juga menyatakan kesiapannya menghadiri seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, tabligh akbar, hingga penutupan.

Di akhir audiensi, Herman Deru meminta BI Sumsel terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan ekonomi syariah di Sumsel berjalan optimal.

“Terus perkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Saya ingin ekonomi syariah ini benar-benar tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tandasnya..(#)