JAKARTA, TRIKPOS.com — PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi guna membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Diskusi tersebut berlangsung di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Forum ini mempertemukan sejumlah pakar transportasi, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai strategi pengelolaan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, sekaligus memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pakar transportasi Ki Darmaningtyas, perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, forum diskusi ini menjadi momentum penting untuk menghimpun masukan dari para pakar transportasi dalam rangka meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.
Menurut Awaluddin, berbagai pandangan strategis yang disampaikan para pakar menjadi bahan penting bagi Jasa Raharja dalam memperkuat langkah operasional di lapangan.
“Banyak masukan yang kami terima, termasuk penjelasan dari Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Jasa Raharja telah menyiapkan berbagai langkah dalam program Siaga Lebaran 2026. Salah satunya dengan mengerahkan sekitar 2.000 personel yang tersebar di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang tersebar di berbagai daerah.
Jasa Raharja juga turut berkontribusi dalam penyediaan 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah jalur strategis mudik serta memberikan dukungan operasional berupa hibah 15 tenda taktis guna menunjang pelayanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
Tak hanya itu, sistem monitoring kecelakaan juga diperkuat melalui integrasi data secara digital dengan rumah sakit. Di sisi lain, edukasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat dilakukan di sekitar 1.700 titik lokasi melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Awaluddin menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kesiapan menghadapi musim mudik Lebaran.
“Harapan kami sederhana, masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengapresiasi inisiatif Jasa Raharja yang menggelar diskusi bersama para pakar transportasi dan akademisi.
Menurut Agus, Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan aman.
“Negara hadir bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan dengan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai skenario pengamanan arus mudik telah disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak, mulai dari pengamanan di jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah.
“Prinsipnya sederhana: masyarakat berangkat selamat dan kembali juga selamat. Kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergi,” kata Agus.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi wadah bagi para pakar transportasi untuk memberikan berbagai rekomendasi strategis. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan pemangku kepentingan transportasi, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar. (#)















