OKI  

Kejar KLA 2026, Pemkab OKI Genjot Nilai Evaluasi Mandiri

Foto : Sekretaris Daerah OKI Asmar Wijaya bersama jajaran DPPPA saat rapat evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026

OKI, TRIKPOS.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat langkah menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 dengan menargetkan peningkatan nilai Evaluasi Mandiri (EM) secara maksimal.

Berdasarkan hasil sementara, nilai Evaluasi Mandiri Kabupaten OKI tercatat masih berada di angka 592,5. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merumuskan strategi percepatan pemenuhan indikator pada seluruh klaster penilaian.

Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, menegaskan bahwa Kabupaten Layak Anak bukan sekadar predikat administratif, melainkan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kabupaten Layak Anak adalah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana dan berkelanjutan, melalui integrasi komitmen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Asmar, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, capaian nilai saat ini harus menjadi pijakan untuk evaluasi dan perbaikan lintas sektor agar target peningkatan kualitas perlindungan anak dapat tercapai secara optimal.

Ia mengingatkan, Kabupaten OKI pernah meraih penghargaan KLA kategori Pratama pada 2023, sehingga pada 2026 pemerintah daerah menargetkan capaian yang lebih tinggi.

“Kita pernah meraih penghargaan KLA kategori Pratama tahun 2023. Tahun 2026 kita harus mampu meraih kembali penghargaan tersebut dengan capaian yang lebih baik,” katanya.

Evaluasi KLA mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta perlindungan khusus.

Seluruh klaster tersebut kini menjadi fokus penguatan melalui program terintegrasi lintas organisasi perangkat daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) OKI, Arianti, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar berdampak pada kualitas hidup anak.

“Melalui penguatan evaluasi ini, kita ingin memastikan program daerah benar-benar mendukung keberlangsungan hidup, tumbuh kembang anak, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak DPPPA Provinsi Sumatera Selatan, Yunedi, mengatakan pihak provinsi turut mendampingi proses penginputan data evaluasi agar indikator penilaian lebih akurat dan lengkap.

“Kami mendampingi operator dalam penginputan data evaluasi. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap seluruh klaster dapat terpenuhi dan OKI bisa meraih nilai maksimal menuju Kabupaten Layak Anak,” kata Yunedi.

Dengan fokus peningkatan nilai EM dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis dapat kembali meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada 2026, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam memenuhi hak-hak anak secara optimal.