TNI Perkuat Edukasi Karhutla di Sumsel, Penyuluhan Menyasar Warga di Seluruh Jajaran Kodim

OKU, TRIKPOS.com — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Penyuluhan Gabungan TNI dari Mabes TNI turun ke sejumlah wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Salah satu kegiatan penyuluhan digelar di wilayah Kodim 0403/OKU, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema Bersama Cegah Karhutla” dan dikemas melalui dialog langsung bersama masyarakat.

Penyuluhan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi menitikberatkan pada upaya pencegahan dari tingkat masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai ancaman Karhutla, dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi, serta pentingnya menjaga lingkungan.

Tim juga mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Kegiatan di wilayah Kodim 0403/OKU melibatkan personel TNI lintas satuan, di antaranya Brigjen TNI Edy Rochmatullah, S.H., Staf Khusus Kasad; Mayor Arm Efendi R. Tampubolon, Pabung OKU Timur; Kapten Arm Antoni Ruskai, Danramil 403-05/Buay Madang; serta jajaran perwira gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Pendekatan yang digunakan dalam penyuluhan dilakukan secara humanis dan persuasif. TNI mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla, terutama dengan meninggalkan praktik pembukaan lahan menggunakan api.

Kegiatan di OKU tersebut merupakan bagian dari agenda penyuluhan yang dilaksanakan secara tersebar di seluruh Kodim jajaran Kodam II/Sriwijaya yang berada di wilayah Sumatera Selatan.

Dengan pola penyuluhan langsung ke masyarakat, sinergi antara TNI dan warga diharapkan semakin kuat dalam mendeteksi sekaligus mencegah potensi Karhutla sejak dini.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah memperkuat kesadaran kolektif masyarakat agar menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi bencana Karhutla.