PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan produktif menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan mendorong perempuan mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha melalui pelatihan kerajinan tangan chunky bag.
Ketua Umum BKOW Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, mengatakan keterampilan yang memiliki nilai jual dapat menjadi modal bagi perempuan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas peran dalam perekonomian keluarga.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka pelatihan kerajinan tangan chunky bag di Gedung Perjuangan Wanita, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program advokasi dan sosialisasi penguatan serta pengembangan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan kewenangan provinsi.
Lidyawati menilai perempuan di Sumatera Selatan memiliki potensi, kreativitas, dan semangat kemandirian yang perlu terus dikembangkan. Karena itu, BKOW Sumsel berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat peran sosial perempuan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan bernilai ekonomi.
Menurut dia, kerajinan chunky bag atau tas berbahan tebal dengan tekstur unik memiliki daya tarik tersendiri. Produk tersebut juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai usaha kreatif seiring minat pasar terhadap produk kerajinan tangan.
“Kerajinan tangan seperti chunky bag saat ini sedang sangat diminati di pasaran. Tren ini memiliki nilai estetika tinggi dan peluang bisnis yang menjanjikan,” ujar Lidyawati.
Ia berharap para peserta dapat menyerap materi pelatihan dengan baik dan mempraktikkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri di rumah.
Dengan demikian, pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran, tetapi dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang menghasilkan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Lidyawati juga berharap pelatihan keterampilan serupa dapat mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri, inovatif, dan mampu melihat peluang usaha di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., menegaskan pentingnya memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan.
Menurut Zaki, pengarusutamaan gender menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas dan keterlibatan perempuan, baik di lingkungan pemerintahan, pembangunan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia menyebutkan, partisipasi perempuan dalam berbagai posisi strategis terus berkembang, mulai dari kepala desa, lurah, kepala dinas, menteri, hingga kepemimpinan di tingkat nasional.
“Melalui pengarusutamaan gender, ruang diberikan seluas-luasnya kepada perempuan untuk bersama-sama aktif dalam roda pembangunan di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan,” kata Zaki.
Zaki turut mengapresiasi BKOW Sumsel yang menggelar pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga.
Ia menekankan, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan penghasilan. Lebih dari itu, kemandirian ekonomi dapat memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Perempuan yang memiliki keterampilan dan penghasilan mandiri, menurut dia, berpeluang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan diri, berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga, serta menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.
“Mudah-mudahan pelatihan ini bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan menjadi suatu keterampilan yang menjadi modal, bekal untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelatihan chunky bag ini, BKOW Sumsel berharap keterampilan kreatif dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi perempuan untuk membangun usaha mandiri, memperkuat ekonomi keluarga, dan mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah. (#)













