PALEMBANG, TRIKPOS.com – Pemerintah Kota Palembang menargetkan pemenuhan kebutuhan laptop bagi ribuan anak dari keluarga sangat miskin agar tidak tertinggal dalam proses pembelajaran. Dari total sekitar 11.000 anak kategori Desil 1 yang membutuhkan perangkat belajar, sebanyak 4.000 anak telah mendapat dukungan melalui kolaborasi bantuan CSR Telkomsel dan Dinas Pendidikan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kebutuhan perangkat belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Karena itu, kekurangan sekitar 7.000 laptop lainnya direncanakan masuk dalam penganggaran APBD 2026.
“Total ada 11 ribu anak Desil 1 yang butuh. Yang kurang 7 ribu lagi akan kita anggarkan di APBD 2026. Insyaallah tidak ada satu pun anak Palembang yang tertinggal belajar hanya karena tidak punya laptop,” kata Ratu Dewa.
Bantuan tersebut terdiri atas 2.500 unit dari program CSR Telkomsel dan 1.500 unit melalui Dinas Pendidikan. Selain perangkat laptop, anak-anak penerima bantuan juga memperoleh kuota internet gratis untuk mendukung kegiatan belajar.
Penyaluran bantuan dilakukan kepada anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan digital sekaligus mengurangi kesenjangan fasilitas belajar di kalangan pelajar.
Sebelum meninjau penyaluran bantuan pendidikan, Ratu Dewa melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik di Palembang pada Senin (19/10/2026).
Agenda dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan meninjau penataan taman di median Jalan Wahid Hasyim–Rasyid Siddiq, tepat di depan Kantor Camat Seberang Ulu I. Peninjauan kemudian berlanjut ke koridor Jalan A. Yani hingga Jalan Panjaitan di kawasan Plaju.
“Kalau tamannya cantik, hati warga yang lewat juga senang. Kota ini wajah kita,” ujarnya.
Dari penataan ruang terbuka, wali kota melanjutkan kunjungan ke sejumlah fasilitas Ruang Aman Asap untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat di tengah ancaman kabut asap.
Lokasi yang ditinjau meliputi lantai dua Kantor Camat Sematang Borang, Kantor Lurah Talang Jambe, Puskesmas Talang Jambe, dan Puskesmas Talang Betutu. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya kolaborasi Pemerintah Kota Palembang dengan Relawan KitaBisa.
Ruang Aman Asap dilengkapi pendingin udara dan alat pemurni udara (air purifier). Fasilitas ini disiapkan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia, memperoleh tempat yang lebih terlindungi dari paparan asap.
Menurut Ratu Dewa, sebanyak 42 puskesmas di Palembang telah disiagakan sebagai Ruang Aman Asap.
“Dari urusan paru-paru kota berupa taman, sekarang kita jaga paru-paru manusianya. Jangan sampai anak-anak kita sesak karena asap,” katanya.
Selain pendidikan dan penanganan dampak asap, Ratu Dewa juga meninjau kondisi drainase, kolam retensi, dan anak sungai di kawasan KM 12 serta Lorong Garuda 1.
Dalam peninjauan tersebut, ia melihat langsung kondisi saluran air yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian air menjelang musim penghujan.
“Habis kita jaga udara, sekarang kita jaga air. Kalau drainase mampet, akan berdampak kepada aktivitas warga, karena tidak lama lagi musim hujan akan turun,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan lapangan tersebut memperlihatkan sejumlah fokus pelayanan Pemerintah Kota Palembang, mulai dari pemerataan akses pendidikan digital, perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap, hingga pembenahan infrastruktur drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir. (#)













