MUARA ENIM, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri sekaligus menyatakan dukungan terhadap groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pengembangan coal to dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim. Kegiatan berlangsung di PLTU Sumsel-8 milik PT Huadian Bukit Asam Power, Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru menyambut baik dimulainya proyek strategis tersebut dan menilai kehadirannya menjadi kabar penting bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Muara Enim. Ia berharap proyek dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan energi nasional.
Herman Deru mengingatkan bahwa sejak masa pandemi COVID-19, masyarakat sempat mengalami kesulitan memperoleh LPG, bahkan harus mengantre untuk kebutuhan dasar tersebut. Kondisi itu, menurutnya, menjadi refleksi penting akan urgensi penguatan ketahanan energi daerah.
“Sumatera Selatan ini kaya minyak, gas, dan batu bara, tetapi kita pernah mengalami keterbatasan LPG. Karena itu, proyek ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah mendorong berbagai solusi, termasuk pengembangan jaringan gas (jargas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan Pertamina, sebagai bagian dari upaya pemerataan energi.
Terkait proyek DME, Herman Deru juga menyampaikan dukungan terhadap upaya hilirisasi batu bara yang diinisiasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA), termasuk pemanfaatan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.
“Kami di Sumsel siap mendukung, termasuk melalui sinergi dengan pelaku usaha untuk penyediaan bahan baku,” katanya.
Ia berharap proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berupa pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Direktur Pembina Hilirisasi PT Bukit Asam Tbk, Turino Yulianto, menjelaskan bahwa proyek DME memanfaatkan batu bara kalori rendah yang selama ini belum optimal digunakan. Melalui proses hilirisasi, komoditas tersebut diolah menjadi DME sebagai substitusi LPG.
Untuk kapasitas produksi sekitar 1,4 juta ton per tahun, diperlukan pasokan 5–6 juta ton batu bara dari wilayah Sumatera Selatan yang dikelola PTBA. Produk DME tersebut akan disalurkan melalui Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Proyek ini merupakan bagian dari 13 proyek hilirisasi tahap II yang diresmikan secara serentak di berbagai daerah, dengan pusat kegiatan di Cilacap, Jawa Tengah, dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dan keberpihakan pada kepentingan rakyat dalam setiap proyek hilirisasi energi nasional.
“Yang paling efisien dan menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan,” tegasnya. (#)















