MUARA ENIM, TRIKPOS.COM — Santri didorong tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menghadapi tantangan zaman. Peran tersebut dinilai penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yones Tober Simamora, S.T., S.H., dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Muara Enim melalui kegiatan Tabligh Akbar bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
Kegiatan yang berlangsung pada 24 Oktober 2026 tersebut digelar di Pondok Pesantren Madrasahtul Qur’an Bukit Lawu. Acara dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Yulius, M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan pondok pesantren, serta tamu undangan lainnya.
Yones mengatakan, peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut dia, Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak penting yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut mewarnai perjuangan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan kegiatan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujar Yones.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu santri berperan dalam mempertahankan kemerdekaan, kini mereka dituntut memperkuat bangsa melalui pendidikan, penguasaan teknologi, inovasi, serta pembentukan karakter.
Yones menjelaskan, Indonesia akan memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045. Untuk mencapai visi Indonesia Emas, bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki akhlak dan integritas.
Karena itu, ia mengingatkan para santri agar tidak merasa terbatas dalam menentukan masa depan. Lulusan pesantren, menurut dia, memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.
“Santri tidak boleh merasa kecil dan membatasi diri. Teruslah belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmu untuk kemajuan Indonesia,” katanya.
Ia juga mendorong para santri agar mampu memadukan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi pesantren, lanjutnya, perlu tetap dipertahankan tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.
Menurut Yones, bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia menambahkan, pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter bangsa karena menjadi tempat pembelajaran ilmu, pembentukan akhlak, penumbuhan kemandirian, serta penanaman semangat pengabdian.
“Sebagaimana pesan yang sering kita dengar di pesantren, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Teruslah berusaha, berinovasi, dan berkarya agar menjadi santri yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” tuturnya.
Menutup pesannya, Yones mengajak para santri menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga persatuan dan kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Ia berharap nilai-nilai agama dapat menjadi sumber inspirasi untuk menebarkan kedamaian, menjaga lingkungan, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Menurutnya, persatuan dan kebersamaan merupakan modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang kuat dan mampu bersaing di tingkat global.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Yulius, mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ilmu pengetahuan, serta membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Laporan: Deni Gumay















