KAYUAGUNG, TRIKPOS.com – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD OKI sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan sekaligus bahan evaluasi pembangunan daerah.
Rapat yang digelar di Ruang Paripurna DPRD OKI itu dipimpin Ketua DPRD OKI Farid Hadi Sasongko dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan serta anggota DPRD, kepala OPD, dan para undangan.
Dalam penyampaiannya, Muchendi menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar memenuhi amanat peraturan perundang-undangan, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengukur capaian pembangunan sekaligus memperbaiki kebijakan di masa mendatang.
“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama agar arah pembangunan Kabupaten OKI semakin efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Muchendi.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator pembangunan daerah sepanjang 2025 menunjukkan tren yang membaik. Perekonomian daerah terus bergerak positif dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5,23 triliun.
Selain itu, beberapa indikator makro juga mengalami peningkatan. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka berhasil ditekan, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,20.
Di sektor pelayanan dasar, pemerintah juga mencatat kemajuan melalui meningkatnya angka partisipasi sekolah serta umur harapan hidup masyarakat yang mencapai 74,47 tahun.
Menurut Muchendi, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk terus mempercepat pembangunan di Kabupaten OKI,” katanya.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, pendapatan Kabupaten OKI pada 2025 ditargetkan sebesar Rp3,12 triliun dengan realisasi mencapai Rp2,68 triliun atau 86,02 persen. Sementara belanja daerah yang direncanakan sebesar Rp3,16 triliun terealisasi Rp2,59 triliun atau 82,17 persen.
Meski demikian, Muchendi mengakui tingkat kemandirian fiskal daerah masih menjadi pekerjaan rumah karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal dan masih didominasi oleh dana transfer pemerintah pusat.
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan potensi PAD dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.
Menutup penyampaian LKPJ, Bupati Muchendi mengajak DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi pembangunan ‘Maju Bersama Menuju OKI 2029′.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Kabupaten OKI akan semakin maju dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.













