PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Kota Palembang membagikan 15.000 masker gratis kepada masyarakat di sejumlah persimpangan jalan utama sebagai upaya melindungi kesehatan warga dari potensi dampak buruk kualitas udara.
Pembagian masker dilakukan secara serentak dengan melibatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan pembagian masker menyasar sejumlah titik strategis dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, di antaranya kawasan lampu merah Angkatan 66 dan Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I.
“Kegiatan hari ini kita serentak, instruksi Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Kita membagikan masker di setiap persimpangan yang ada di Kota Palembang,” kata Aprizal.
Sebanyak 15.000 masker disalurkan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, hingga warga yang melintas menjadi sasaran pembagian tersebut.
Selain membagikan masker, Pemkot Palembang mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diimbau membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Aprizal menegaskan, upaya menjaga kesehatan dan mengurangi dampak pencemaran udara memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan asap yang mencemari udara dan berdampak terhadap kesehatan.
“Kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Karena ini berpotensi menimbulkan asap, mencemari udara, serta mengganggu kesehatan,” pungkasnya.
Pemkot Palembang berharap pembagian masker tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri sekaligus ikut menjaga kualitas udara melalui kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan. (*)













