PALEMBANG, TRIKPOS.com– Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Kamis (13/8/2026), tidak hanya menjadi penanda berakhirnya program pembangunan di wilayah tersebut.
Di tengah seremoni penutupan, Satgas TMMD menyelipkan pesan kemanusiaan melalui aksi donor darah di Posko Kesehatan TMMD.
Aksi tersebut menyasar personel yang secara sukarela bersedia menyumbangkan darah. Darah yang terkumpul diharapkan dapat menambah ketersediaan stok dan membantu masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan transfusi.
Bagi Satgas, kegiatan itu menjadi bagian penting dari pengabdian. Sebab, kebutuhan darah tidak mengenal waktu dan dapat menentukan keselamatan seseorang dalam kondisi tertentu.
Sebelum proses donor dilakukan, para calon pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh pendonor memenuhi persyaratan sekaligus menjaga keamanan selama proses pengambilan darah.
DanSatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan aksi donor darah merupakan wujud kepedulian yang ingin terus ditanamkan melalui pelaksanaan TMMD.
Menurut Erik, keberadaan TMMD tidak hanya diterjemahkan dalam bentuk pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, fasilitas umum, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian juga harus menyentuh sisi kemanusiaan.
“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap darah yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” kata Erik.
Ia menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam setiap pelaksanaan TMMD. Semangat tersebut tidak berhenti ketika program fisik selesai, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Momentum penutupan TMMD ke-129 dengan demikian tidak sekadar menjadi akhir dari rangkaian kegiatan Satgas. Aksi donor darah menjadi pengingat bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat juga membawa misi sosial dan kemanusiaan.
Selama pelaksanaan TMMD, berbagai sasaran fisik dan nonfisik dikerjakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Namun, melalui donor darah, Satgas menunjukkan bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang bahkan belum tentu berada di lokasi TMMD.
Semangat tersebut diharapkan tetap hidup setelah Satgas TMMD meninggalkan lokasi. Gotong royong, kepedulian, dan kemauan membantu sesama menjadi nilai yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Palembang.
Dengan cara itu, penutupan TMMD ke-129 bukan hanya menjadi tanda selesainya sebuah program, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui banyak cara termasuk menyumbangkan darah untuk menyelamatkan kehidupan.
Laporan : Redaksi













