PALEMBANG, TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menemui langsung massa aksi dari Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (4/6/2026). Kehadiran gubernur di tengah demonstrasi tersebut mendapat respons positif dari para mahasiswa karena dialog berlangsung terbuka, kondusif, dan penuh kekeluargaan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama yang dinilai menjadi perhatian masyarakat, yakni perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta pemerataan akses pendidikan yang layak.
Salah satu isu yang disoroti adalah kondisi ruas Jalan Palembang–Betung yang mengalami kerusakan dan disebut telah memicu sejumlah kecelakaan. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pelayanan rumah sakit yang dianggap belum optimal serta adanya praktik pembelian buku pelajaran yang masih dibebankan kepada siswa di sejumlah sekolah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Herman Deru mengapresiasi langkah mahasiswa yang menyampaikan kritik dan masukan secara langsung kepada pemerintah. Menurutnya, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial yang penting dalam pembangunan daerah.
“Saya hadir di sini bukan hanya sebagai gubernur, tetapi juga sebagai orang tua bagi kalian. Saya sengaja didampingi pejabat terkait agar setiap persoalan yang disampaikan bisa dijelaskan secara langsung,” ujar Herman Deru di hadapan massa aksi.
Terkait persoalan Jalan Palembang–Betung, Herman Deru menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan percepatan perbaikan pada sejumlah titik yang menjadi kendala pembangunan, termasuk kawasan KM 13 dan Langkan yang sebelumnya terkendala saluran drainase dan gorong-gorong.
Menurutnya, pekerjaan perbaikan jalan dilakukan secara intensif setiap malam guna mempercepat pemulihan kondisi jalan. Sementara itu, pembangunan Tol Palembang–Betung ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini guna mendukung kelancaran arus transportasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perbaikan terus dilakukan agar jalan kembali nyaman dilalui masyarakat. Untuk wilayah Muratara juga akan terus kita optimalkan,” katanya.
Pada sektor kesehatan, Herman Deru mengakui masih terdapat tantangan dalam pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis dan subspesialis di berbagai daerah di Sumsel. Ia menjelaskan bahwa setiap rumah sakit memiliki sistem pelayanan dan jadwal tindakan medis yang berbeda sehingga diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, terkait dunia pendidikan, Herman Deru menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan mewajibkan siswa membeli buku pelajaran karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tersebut.
“Sudah ada anggaran pengadaan buku. Jika ditemukan SMA atau SMK negeri yang masih mewajibkan siswa membeli buku, kepala sekolahnya akan segera kami panggil untuk dimintai penjelasan,” tegasnya.
Di hadapan mahasiswa, Herman Deru juga mengajak generasi muda untuk terus aktif memberikan masukan dan kritik yang membangun demi kemajuan Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan tertib setelah mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung dari gubernur dan jajaran perangkat daerah terkait. Pertemuan itu menjadi contoh komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan mahasiswa dalam menyikapi berbagai persoalan publik serta mencari solusi bersama demi kemajuan Sumatera Selatan. (#)















