SUMSEL  

Wagub Sumsel Desak Percepatan Tol Betung–Tempino, Target Rampung November 2026

Foto : Keterangan Foto: Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung–Tempino–Jambi di Gedung Bina Graha, Jakarta.

JAKARTA, TRIKPOS.com — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Cik Ujang mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung–Tempino–Jambi agar segera tuntas dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Hal itu disampaikan Cik Ujang saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan jalan tol di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol, menjadi faktor penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Sumsel diharapkan tidak tertinggal dibandingkan daerah lain, terutama di Pulau Jawa.

“Sumsel jangan sampai tertinggal, khususnya dalam pembangunan jalan tol yang mendukung mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan ruas tol Betung–Tempino masih menghadapi kendala, terutama pada proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas.

Padahal, kata dia, ruas tersebut sudah mulai dapat dilalui, meskipun belum berfungsi secara optimal.

“Secara umum sudah bisa dilewati, tetapi masih ada kendala yang menyulitkan pengguna jalan,” kata Cik Ujang.

Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan dalam tiga hingga enam bulan ke depan ruas tol tersebut dapat difungsikan secara maksimal. Ia berharap pembangunan dapat rampung pada November 2026.

“Target kami, sekitar November sudah selesai dan bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Cik Ujang menegaskan, persoalan pembebasan lahan harus segera diselesaikan secara tepat agar tidak menghambat proyek strategis nasional tersebut.

Ia juga mengingatkan agar proses tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan.

“Pembebasan lahan harus dikawal dengan baik agar tidak berlarut-larut,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti perbedaan kecepatan pembangunan infrastruktur antara Pulau Jawa dan Sumatera. Menurut dia, meskipun tingkat kepadatan di Jawa lebih tinggi, pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut cenderung lebih cepat.

Sementara di Sumatera, pembangunan masih menghadapi berbagai kendala, meskipun jarak antardaerah relatif lebih jauh.

“Ruas Betung–Tempino ini sudah lama dinantikan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang juga mendorong percepatan rencana pembangunan ruas tol lainnya, seperti Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Bengkulu.

Ia berharap proses pembebasan lahan untuk ruas tersebut dapat segera dipersiapkan, meskipun pembangunan fisik belum dimulai.

Menurut dia, selain pembebasan lahan, persoalan Hak Guna Usaha (HGU) dan sertifikat hak milik juga perlu segera diselesaikan agar tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan proyek. (#)