OKI  

Sekda Sumsel Hadiri Midang Morge Siwe di Kayuagung, Dorong Penguatan Budaya dan Pariwisata

Foto : Sekda Sumsel Edward Candra menghadiri tradisi Midang Morge Siwe di Kayuagung, OKI, yang menjadi bagian perayaan Idul Fitri dan warisan budaya masyarakat setempat.

OKI , TRIKPOS.com— Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri langsung tradisi budaya Midang Morge Siwe yang digelar di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (23/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran Pantai Love, tepian Sungai Komering tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Tradisi ini menjadi momentum berkumpulnya masyarakat, termasuk para perantau yang pulang kampung.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan salam dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang kepada masyarakat OKI.

“Kami menyampaikan salam dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Selamat Hari Raya Idul Fitri, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Edward menegaskan, keberlanjutan Midang Morge Siwe sebagai warisan budaya tak benda Indonesia tidak terlepas dari komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.

“Kita patut bersyukur tradisi kebanggaan ini terus dilestarikan dan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Ini merupakan hasil kerja keras masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten OKI,” katanya.

Ia menilai, Midang Morge Siwe bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga sarat nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap leluhur.

“Pemprov Sumsel memberikan apresiasi kepada Pemkab OKI dan masyarakat yang terus menjaga tradisi ini. Nilai kebersamaan dan kearifan lokal sangat kuat di dalamnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edward mendorong agar pelaksanaan tradisi tersebut terus dikembangkan dengan konsep yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dikemas lebih menarik agar menjadi daya tarik wisata. Ke depan, Midang Morge Siwe berpotensi menjadi agenda nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Ia juga menilai tradisi ini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya ekonomi kreatif di daerah.

“Diharapkan kegiatan ini mampu mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Edward mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

“Selamat melaksanakan Midang Morge Siwe. Tetap jaga ketertiban dan keselamatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyebut Midang Morge Siwe sebagai warisan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Kayuagung dan telah diakui secara nasional.

“Tradisi ini adalah identitas masyarakat Kayuagung. Selain dihadiri pejabat, banyak juga warga yang pulang kampung untuk menyaksikan, sehingga menghadirkan nuansa nostalgia,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menikmati kemeriahan tradisi dengan tetap menjaga ketertiban.

“Mudah-mudahan Lebaran tahun ini semakin berkesan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan. Selamat Lebaran dan selamat menyaksikan Midang Morge Siwe,” katanya.

Sebagai informasi, Midang Morge Siwe merupakan tradisi arak-arakan khas masyarakat Kayuagung. “Midang” berarti berjalan atau berarak menggunakan pakaian adat, sementara “Morge Siwe” merujuk pada sembilan marga asli pembentuk wilayah Kayuagung, yakni Kayuagung Asli, Perigi, Kutaraya, Kedaton, Jua-Jua, Sidakersa, Mangunjaya, Paku, dan Sukadana.

Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menampilkan pemuda-pemudi mengenakan busana adat perkawinan (Mabang Handak) yang berarak mengelilingi kota, khususnya di sepanjang Sungai Komering, dengan iringan musik tradisional tanjidor. Tradisi ini umumnya digelar pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri, yang dikenal sebagai Midang Bebuke. (#)