Herman Deru Dorong 100 Ribu “Sultan Muda”, Tekankan Adaptasi UMKM di Era AI

Foto : Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri rapat persiapan pelatihan AI untuk UMKM di Kantor OJK Sumsel, Rabu (8/4/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com— Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mendorong generasi muda untuk beradaptasi dan berinovasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mencetak 100 ribu wirausaha muda atau “sultan muda” di Sumsel.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat persiapan pelatihan AI untuk UMKM di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AIM ASEAN bersama Kumpul Impact ini diikuti sekitar 300 pelaku UMKM sebagai bagian dari percepatan transformasi digital di daerah.

Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang pesat menuntut generasi muda untuk selalu adaptif. Ia menilai, peran manusia di sejumlah sektor mulai tergantikan oleh teknologi, sehingga inovasi menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk mendukung usaha,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga faktor personal seperti sikap dan komunikasi.

Menurutnya, ekspresi yang baik dan sikap ramah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan jejaring.

“Tidak ada orang sukses dengan wajah masam. Yang dilihat bukan soal penampilan, tetapi bagaimana menunjukkan ekspresi yang positif,” katanya.

Selain itu, kemampuan komunikasi juga dinilai krusial dalam membangun relasi. Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak mengedepankan sikap negatif yang justru dapat merugikan diri sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami kegagalan dalam kontestasi politik sebelum akhirnya terpilih sebagai gubernur. Dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya ketangguhan dan kemampuan bangkit.

“Untuk sampai di posisi ini, saya pernah gagal. Tapi dengan komunikasi yang baik, banyak pihak yang akhirnya mendukung,” ujarnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk tidak terpaku pada keterbatasan modal, melainkan mulai berusaha dengan memanfaatkan peluang yang ada, termasuk teknologi AI sebagai alat pengembangan bisnis.

Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjutnya, menargetkan lahirnya 100 ribu “sultan muda” melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia menilai, pengembangan ekosistem kewirausahaan membutuhkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.

Sementara itu, Associate Director AIM ASEAN, Sarita Kinanti, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif regional dalam mendorong transformasi digital UMKM.

Ia menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor kewirausahaan yang telah terbentuk sejak lama.

“Sumsel punya karakter kuat sebagai daerah saudagar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan digitalisasi dan memanfaatkan data,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, serta Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, bersama sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di era digital serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi. (#)