Usai Berbagi dengan Warga, 402 Calon Pimpinan Nasional DIAJAK Menyusuri Al-Qur’an Ukir Terbesar di Indonesia

PALEMBANG, TRIKPOS.com– Suasana Jumat (24/7/2026) di Kecamatan Gandus, Palembang, tak hanya diwarnai kegiatan bakti sosial. Sebanyak 402 peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI juga diajak menapaki jejak peradaban Islam Nusantara melalui kunjungan ke Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar, salah satu destinasi religi yang menjadi kebanggaan Sumatera Selatan.

Kunjungan itu menjadi penutup rangkaian kegiatan sosial setelah para peserta lebih dulu menyerahkan bantuan sembako dan uang transport kepada keluarga penerima manfaat di Kantor Camat Gandus.

Dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, yang juga merupakan peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVII, rombongan berkeliling menyaksikan lembar-lembar Al-Qur’an raksasa yang dipahat pada kayu tembesu. Ukiran kaligrafi berukuran besar tersebut menjadi daya tarik utama museum yang dikenal sebagai satu-satunya di Indonesia.

Ketua Angkatan PKN Tingkat I LXVII, Istiyadi Insani, S.Sos., M.Si, Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Polhukam dan Daerah Wilayah I Kementerian PAN-RB, mengatakan kunjungan itu sengaja dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kepemimpinan melalui kegiatan sosial, tetapi juga memperkuat nilai spiritual.

“Setelah kami berbagi dengan masyarakat di Kecamatan Gandus, kami ingin mengingatkan bahwa sebagai calon pemimpin, kita tidak hanya memikirkan urusan dunia. Ada nilai-nilai spiritual yang harus terus dijaga. Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar menjadi tempat yang tepat untuk mengingatkan kita agar selalu bersyukur dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” ujarnya.

Menurut Istiyadi, keberadaan Al-Qur’an ukir terbesar di Indonesia merupakan warisan budaya dan religi yang layak dikenal lebih luas oleh para pemimpin dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan, peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVII berjumlah 402 orang yang berasal dari kementerian, lembaga negara, TNI, Polri, Kejaksaan, BNN, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Mereka adalah calon pimpinan tingkat nasional. Karena itu kami ingin memperkenalkan salah satu kebanggaan Sumatera Selatan yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan religius,” katanya.

Bagi banyak peserta, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama melihat secara langsung Al-Qur’an yang dipahat pada lembaran kayu berukuran raksasa. Mereka tampak mengabadikan setiap sudut museum sambil mendengarkan penjelasan mengenai proses pembuatan, filosofi, hingga sejarah berdirinya Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar.

Sementara itu, pemandu Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar, Sakoni, berharap kunjungan rombongan PKN menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan destinasi wisata religi tersebut ke tingkat nasional.

Menurutnya, museum telah dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Namun, peningkatan infrastruktur dan keamanan kawasan masih menjadi kebutuhan agar pengunjung merasa semakin nyaman.

“Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap akses jalan, fasilitas pendukung, dan keamanan. Museum ini bukan hanya kebanggaan Palembang, tetapi juga aset bangsa yang layak dijaga bersama,” ujar Sakoni.

Ia mengajak masyarakat untuk turut melestarikan Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar dengan berkunjung dan mengenalkan keberadaannya kepada generasi muda.

“Kalau bukan kita yang menghargai karya besar ini, siapa lagi. Museum ini adalah warisan yang membanggakan bagi Palembang, Sumatera Selatan, dan Indonesia,” tutupnya. (Rini)