SUMSEL  

Herman Deru Bidik Sumsel Jadi Barometer Pengusaha Muda, Kampus Sekolah Ekspor Disiapkan

Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri kegiatan Sultan Muda Campuspreneur yang dirangkaikan dengan Pelantikan HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya, Rabu (5/8)

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mendorong Sumsel menjadi salah satu barometer nasional dalam mencetak pengusaha muda berorientasi ekspor. Langkah itu diwujudkan melalui rencana pembukaan Kampus Sekolah Ekspor yang dirancang sebagai kampus sekolah ekspor outdoor pertama di Indonesia.

Program tersebut akan memberikan pembelajaran ekspor secara gratis kepada generasi muda. Tidak hanya dibekali pengetahuan, peserta juga akan diarahkan mengenal pasar internasional hingga calon pembeli atau buyer dari luar negeri.

Gagasan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Sultan Muda Campuspreneur yang dirangkaikan dengan Pelantikan HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya bertema “Membangun Ekosistem Campuspreneur melalui 100.000 Sultan Muda untuk Mengakselerasi Ekonomi Sumatera Selatan” di Palembang, Rabu (5/8/2026).

Herman Deru mengatakan peluang generasi muda Sumsel untuk masuk ke pasar ekspor terbuka luas. Karena itu, peluang tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan dan kompetensi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar global.

“Anak-anak muda ini kita persiapkan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang. Peluang ekspor sangat terbuka dan harus dapat kita tangkap melalui pengetahuan tentang ekspor itu sendiri, ditambah kompetensi yang akan dibantu oleh para tutor,” kata Herman Deru.

Menurut dia, Kampus Sekolah Ekspor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak berhenti pada kemampuan menciptakan usaha. Generasi muda juga perlu diarahkan agar memiliki keberanian dan kemampuan membawa produknya keluar dari pasar domestik.

Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjut Herman Deru, segera menindaklanjuti gagasan tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Sultan Muda Sumsel, perguruan tinggi, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Targetnya, September sudah ada aksi nyata. Sekolah ini gratis. Ini yang pertama di Indonesia dengan konsep kampus outdoor. Tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, para peserta juga akan langsung dikenalkan dengan buyer dari luar negeri. Kita ingin anak-anak muda memanfaatkan peluang ekspor yang ada,” ujarnya.

Herman Deru menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat lahirnya wirausahawan muda. Kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuhnya inovasi dan bisnis yang memiliki orientasi pasar internasional.

Program Sultan Muda Campuspreneur sendiri melibatkan sembilan perguruan tinggi di Palembang dan satu perguruan tinggi di Prabumulih. Program tersebut menargetkan lahirnya 10.000 entrepreneur baru dari lingkungan kampus.

Herman Deru berharap target tersebut tidak berhenti pada jumlah peserta. Para entrepreneur muda yang lahir dari program tersebut diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus membuka akses produk Sumsel ke pasar global.

Kemendag Apresiasi Langkah Sumsel

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi inisiatif Pemprov Sumsel dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis kampus dan ekspor.

“Selamat atas dilantiknya kepengurusan HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya. Semoga mampu mendorong lahirnya pengusaha muda yang berkomitmen, inovatif, dan mampu menembus pasar dunia. Kami berharap Sultan Muda Campuspreneur ini dapat go global,” ujar Fajarini.

Dia mengatakan peluang pasar global masih terbuka bagi produk Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia pada tahun lalu tumbuh 7,9 persen. Namun, pangsa ekspor Indonesia di pasar global masih berada di bawah 1,1 persen.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan masih besarnya ruang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia, termasuk pengusaha muda.

“Karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan Sumatera Selatan ini sangat penting,” katanya.

Melalui Kampus Sekolah Ekspor, Sumsel kini tidak hanya membidik pertumbuhan jumlah wirausahawan muda, tetapi juga mendorong lahirnya generasi pengusaha yang sejak awal memiliki orientasi pasar internasional.

Jika berjalan sesuai target, program tersebut akan menjadi salah satu langkah strategis Sumsel untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan kewirausahaan muda dan mencetak pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar global.

Turut hadir Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Kepala OJK Sumsel Babel Arifin Susanto, jajaran Kementerian Perdagangan, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, pengurus HIPMI Sumsel, serta para Ketua HIPMI Campuspreneur. (#)