MUBA  

Kejar Target 15 Mei, Pemkab Muba Percepat Peralihan Listrik ke PLN

Foto : Rapat virtual Pemkab Musi Banyuasin bersama Kementerian ESDM dan PLN membahas percepatan peralihan layanan listrik dari PT MEP ke PLN, Rabu (22/4/2026).

SEKAYU, TRIKPOS.com— Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempercepat proses peralihan layanan listrik dari PT MEP ke PT PLN (Persero). Hingga 21 April 2026, progres migrasi telah mencapai 47 persen atau 26.776 pelanggan dari total target 56.719 pelanggan.

Percepatan ini dibahas dalam rapat monitoring yang digelar secara virtual, Rabu (22/4/2026), melibatkan Pemkab Muba, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, serta jajaran PLN.

Bupati Muba HM Toha Tohet melalui Asisten II Setda Muba Alva Elan menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti arahan pusat dengan mengerahkan seluruh camat untuk mempercepat sosialisasi hingga ke tingkat desa.

“Seluruh camat sudah kita minta turun langsung ke lapangan untuk memastikan masyarakat segera melakukan migrasi layanan listrik,” ujar Alva.

Ia menyebutkan, sebanyak 8.202 pelanggan telah menyelesaikan pembayaran dan siap memasuki tahap pemasangan kWh meter. Sementara warga yang belum melengkapi persyaratan administrasi diminta segera mengurus dokumen seperti NIDI, SLO, dan biaya penyambungan.

Untuk meringankan beban masyarakat, PLN juga menyediakan skema cicilan biaya penyambungan selama 12 hingga 24 bulan.

PLN menargetkan percepatan signifikan dalam waktu singkat. Dengan sisa waktu menuju 15 Mei 2026, dibutuhkan migrasi sekitar 1.000 pelanggan per hari agar seluruh proses dapat tuntas tepat waktu.

SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW S2JB, Wira Bhakti Dharma, mengatakan percepatan pembayaran menjadi kunci utama.

“Percepatan pembayaran DP sangat penting agar proses pemasangan bisa segera dilakukan dan target tercapai,” katanya.

Ia menambahkan, PLN terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mempercepat proses peralihan.

Pemkab Muba menegaskan bahwa mulai 15 Mei 2026, seluruh layanan listrik di wilayah tersebut akan sepenuhnya dilayani oleh PLN. Pelanggan yang belum melakukan migrasi hingga batas waktu berisiko tidak mendapatkan layanan listrik.

“Ini menjadi perhatian serius. Jika tidak segera migrasi, masyarakat bisa kehilangan akses listrik,” tegas Alva.

Salah satu contoh progres terlihat di Kecamatan Tungkal Jaya. Dari 15 desa yang menjadi sasaran, enam desa telah melakukan pembayaran dan empat desa sudah terpasang meteran listrik.

Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ainul Wafa, memastikan kesiapan teknis tidak menjadi kendala utama dalam proses ini.

“Kesiapan material aman. Tantangannya lebih pada kesiapan masyarakat dalam memenuhi biaya penyambungan, namun sudah diantisipasi dengan skema cicilan,” ujarnya.

Dengan waktu yang semakin terbatas, Pemkab Muba bersama PLN terus menggenjot sosialisasi dan percepatan administrasi agar seluruh pelanggan dapat segera beralih dan tetap menikmati layanan listrik tanpa gangguan. (#)