PALEMBANG, TRIKPOS.com – Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar kembali mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palembang. Di sejumlah titik, panjang antrean bahkan mencapai beberapa kilometer sehingga memicu kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas.
Fenomena ini terjadi setelah harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan serta diberlakukannya Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.10.1/082/SE/DESDM/2025 tentang Pengaturan Pengisian BBM Jenis Tertentu (Solar) di SPBU.
Kondisi semakin berat karena empat SPBU di Palembang untuk sementara tidak menyalurkan solar bersubsidi. SPBU tersebut berada di dua lokasi di Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju, serta SPBU Celentang, Kenten, Kecamatan Sako. Selain itu, beberapa SPBU lainnya hanya melayani pengisian solar pada malam hari, yakni pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Akibatnya, beban pengisian beralih ke SPBU yang tetap beroperasi selama 24 jam. Salah satunya SPBU 24.301.08 di Jalan R.E. Martadinata yang setiap hari dipadati antrean truk logistik dan kendaraan angkutan.
Pengelola SPBU, Boby, mengatakan pihaknya tetap memberikan pelayanan sesuai prosedur meski jumlah kendaraan yang datang terus meningkat.
“Kami tetap melayani seluruh konsumen sesuai ketentuan. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran antrean, petugas keamanan kami siagakan mengatur arus kendaraan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ujarnya.
Menurut Boby, stok solar di SPBU tersebut masih mencukupi. Penyaluran dilakukan menggunakan sistem barcode sesuai ketentuan Pertamina agar distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran.
Ia menilai panjangnya antrean lebih disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan yang mengisi di SPBU yang masih melayani solar sepanjang hari, bukan karena keterbatasan pasokan.
“Selama belum ada regulasi baru yang kami terima, kendaraan yang memiliki barcode tetap bisa melakukan pengisian sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Boby juga mengungkapkan bahwa pascakenaikan harga BBM non-subsidi, penjualan Pertamax dan Dexlite sempat mengalami penurunan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir permintaan mulai berangsur pulih.
“Awalnya memang ada penurunan penjualan BBM non-subsidi, tetapi sekarang kondisinya mulai kembali normal,” jelasnya.
Ia memastikan kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat tetap diawasi sesuai standar operasional Pertamina. Pemeriksaan kualitas dilakukan secara rutin menggunakan alat uji, dan apabila ditemukan ketidaksesuaian akan segera dilaporkan kepada pihak Pertamina.
Sementara itu, terkait rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menempatkan petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di SPBU untuk mengawasi penyaluran solar bersubsidi, Boby mengaku hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi maupun petunjuk teknis pelaksanaannya.
“Hingga saat ini kami belum menerima surat ataupun informasi resmi terkait penempatan petugas Bapenda. Operasional SPBU masih berjalan sesuai ketentuan dari Pertamina dan pemerintah,” pungkasnya. (#)














